Tampilkan postingan dengan label Peralatan Laboratorium IPA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Peralatan Laboratorium IPA. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 Agustus 2011

Alat-alat Laboratorium

1. MIKROSKOP

Mikroskop adalah alat yang digunakan untuk memperbesar benda-benda berukuran sangat kecil (renik) yang tidak dapat dilihat dengan mata secara langsung. Mikroskop yang umum digunakan di sekolah adalah mikroskop cahaya. Mikroskop cahaya ada yang memiliki satu lensa pengintip (monokuler) dan ada juga yang memiliki dua lensa pengintip (binokuler).



2. TERMOMETER

Termometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur suhu (temperatur), ataupun perubahan suhu. Istilah termometer berasal dari bahasa Latin thermo yang berarti bahang dan meter yang berarti untuk mengukur. Prinsip kerja termometer ada bermacam-macam, yang paling umum digunakan adalah termometer air raksa.




3. LABU UKUR
Labu Ukur adalah sebuah perangkat yang memiliki kapasitas antara 5 mL sampai 5 L dan biasanya instrumen ini digunakan untuk mengencerkan zat tertentu hingga batas leher labu ukur. Alat ini biasanya digunakan untuk mendapatkan larutan zat tertentu yang nantinya hanya digunakan dalam ukuran yang terbatas hanya sebagai sampel dengan menggunakan pipet. Dalam sistem pengenceran, untuk zat yang tidak berwarna, penambahan aquadest sampai menunjukkan garis meniskus berada di leher labu. Untuk zat yang berwarna, penambahan aquadets hingga dasar meniskus yang menyentuh leher labu ( meniskus berada di atas garis leher ).

4. GELAS KIMIA
Gelas kimia adalah sebagai tempat untuk melarutkan zat yang tidak butuh ketelitian tinggi, misalnya pereaksi/reagen untuk analisa kimia kualitatif atau untuk pembuatan larutan standar sekunder pada analisa titrimetri/volumetri. Terdapat berbagai ukuran mulai dari 25 mL sampai 5 Liter. jadi tidak cocok untuk pembuatan larutan yang perlu ketelitian tinggi (secara kuantitatif).






5. TIMBANGAN
Timbangan/neraca adalah alat yang dipakai melakukan pengukuran massa suatu benda. Timbangan/neraca dikategorikan kedalam sistemmekanik dan juga elektronik. Timbangan adalah suatu alat yang sangat penting keberadaannya dalam kehidupan sehari-hari kita, dan hal ini diperhatikan oleh pemerintah dengan mendirikan Dinas Metrologi untuk mengelolanya

Penyusun: Risatya Dandion. IX H. 2011. SMP Negeri 1 Adiwerna
Sumber: Nunung Nurhayati, dkk. 2009. Bilingual IPA Biologi kelas 7.Bandung : Penerbit Yrama Widya 

Artikel Peralatan Laboratorium IPA

No
PERALATAN LABOLATORIUM IPA
Penulis
01
RisatyaDandion
02
Tunggal Sae I.R
03
Tunggal Sae
04
Aris Hidayatulloh
05
Rahmatina Sabila

Selasa, 02 Agustus 2011

Aneka Jenis Mikroskop


A. Arti Mikroskop dan Mikroskopis
Mikroskopis adalah sebutan untuk makhluk hidup yang tidak bisa di lihat secara langsung dan perlu bantuan alat untuk dapat kita lihat. Untuk mengamati hewan atau benda mikroskopis, kita perlu menggunakan alat bantu untuk dapat memperjelas objek pengamatan. Alat bantu tersebut dapat berupa kaca pembesar (lup) maupun mikroskop. Mikroskop (bahasa Yunani: micron= kecil dan scopos= tujuan) adalah sebuah alat untuk melihat objek yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mata telanjang. Tanpa bantuan mikroskop kita tidak dapat mengamati bagian-bagian sel/jaringan dengan jelas dan terperinci. Mikroskop dapat membuat objek pengamatan yang kecil terlihat lebih besar. Mikroskop awalnya dibuat tahun 1590 oleh Zaccharias Janssen dan Hans, seorang tukang kacamata dari Belanda. Selanjutnya pada tahun 1610, Galileo, ahli fisika modern dan astronomi menggunakan mikroskop untuk mengamati gejala alam. Beberapa tahun kemudian Antonie van Leuwenhoek dari Belanda membuat mikroskop dengan satu lensa yang dapat membesarkan objek yang diamati sampai 300 kali. Tahun 1663 Robert Hooke, ilmuwan Inggris meneliti serangga dan tumbuhan dengan mikroskop. Ia menemukan sel-sel kecil pada gabus.

B. Jenis-Jenis Mikroskop
Bentuk dan jenis mikroskop berkembang sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Mikroskop yang paling sederhana adalah mikroskop cahaya, mikroskop stereo sampai yang modern seperti mikroskop elektron. Semakin modern, perbesaran yang dihasilkan semakin besar dan rinci. Berdasarkan pada kenampakan objek yang diamati, mikroskop dibagi dua jenis, yaitu mikroskop dua dimensi (mikroskop cahaya) dan mikroskop tiga dimensi (mikroskop stereo). Berdasarkan sumber cahayanya, mikroskop dibedakan menjadi mikroskop cahaya dan mikroskop electron.

1. Mikroskop Cahaya
Mikroskop Cahaya
Mikroskop cahaya mempunyai perbesaran maksimum 1.000 kali. Mikroskop jenis ini memiliki tiga lensa, yaitu lensa objektif, lensa okuler, dan kondensor. Lensa objektif dan lensa okuler terletak pada kedua ujung tabung mikroskop. Lensa okuler pada mikroskop ada yang berlensa tunggal (monokuler) atau ganda (binokuler). Lensa kondensor berperan untuk menerangi objek dan lensa-lensa mikroskop lain. Dengan pengaturan yang tepat maka akan diperoleh daya pisah maksimal.










2. Mikroskop Stereo
Mikroskop Stereo
Mikroskop stereo merupakan jenis mikroskop yang hanya bisa digunakan untuk benda yang relatif besar dengan perbesaran 7 hingga 30 kali. Benda yang diamati dengan mikroskop ini dapat terlihat secara tiga dimensi. Komponen pada mikroskop stereo hampir sama dengan mikroskop cahaya. Perbedaannya pada ruang ketajaman lensa mikroskop stereo jauh lebih tinggi dibandingkan dengan mikroskop cahaya sehingga kia dapat melihat bentuk tiga dimensi benda yang diamati.










3. Mikroskop Elektron
Mikroskop Elektron
Mikroskop elektron mempunyai perbesaran sampai 100 ribu kali. Elektron digunakan sebagai pengganti cahaya. Ada dua tipe pada mikroskop elektron, yaitu mikroskop elektroscanning (SEM) dan mikroskop elektron transmisi (TEM).


Penyusun : Rahmatina Sabila,  9i , SMP Negeri 1 Adiwerna, 2011            
Sumber: IPA Terpadu: SMP/MTs Kelas VII oleh Anny Winarsih, Agung Nugroho, Sulityoso HP, M Zajuri, Supliyadi, Slamet Suyanto. — Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2008.
Gambar dari Google images.

Artikel Peralatan Laboratorium IPA

No
PERALATAN LABOLATORIUM IPA
Penulis
01
RisatyaDandion
02
Tunggal Sae I.R
03
Tunggal Sae
04
Aris Hidayatulloh
05
Rahmatina Sabila


Mikroskop, bagian dan cara memelihara


Mikroskop adalah alat yang digunakan untuk memperbesar benda-benda berukuran sangat kecil (renik) yang tidak dapat dilihat dengan mata secara langsung.

Mikroskop
























B. Mengenal Bagian-Bagian Mikroskop
1. Bagian Optik Mikroskop, dibagi menjadi 4 bagian yaitu :
Lensa Okuler
a. Lensa Okuler, adalah tempat mata melihat bayangan, berfungsi untuk memperbesar bayangan dari lensa objektif, membentuk bayangan maya, tegak dan diperbesar 










Lensa Obyektif
b. Lensa Objektif, adalah lensa yang dekat dengan objek, berfungsi untuk memperbesar beyangan benda ( preparat ), membeuntuk bayangan nyata, terbalik dan diperbesar.

c. Diafragma, berfungsi untuk banyaknya cahaya yang menuju ke kondensor.










Cermin
d. Cermin, berfungsi untuk memantulkan cahaya dari sumber cahaya ke kondensor. Terdriri atas cermin datar dan cermin cekung.










2. Bagian Non Optik ( Mekanik ) Mikroskop, dibagi menjadi 9 bagian yaitu :
a. Badan Mikroskop, berfungsi untuk mengatur fokus yang menghubungkan lensa okuler dan lensa objektif.
b. Makrometer ( Pemutar Kasar ), berfungsi untuk menaikkan dan menurunkan badan mikroskop secara cepat.
 c. Mikrometer (Pemutar Halus ), berfungsi untuk menaikkan dan menurunkan badan mikroskop secara lambat.
d. Lengan Mikroskop, berfungsi untuk memegang mikroskop pada saat akan dipindahkan.
e. Meja Benda, berfungsi sebagai tempat meletakkan objek ( preparat ) yang akan diamati.
f. Pemutar Kondensor, berfungsi untuk menaikkan dan menurunkan kondensor agar memperoleh cahaya yang optimum.
g. Kaki Mikroskop, berfungsi untuk menopang dan memperkokoh kedudukan mikroskop.
h. Kondensor, berfungsi untuk mengumpulkan cahaya dari cermin yang digunakan untuk menerangi preparat.
i. Penjepit, berfungsi untuk menjepit kaca preparat yang akan diamati agar tidak bergeser.
  
3. Langkah-Langkah Memelihara Mikroskop, dibagi menjadi 7 :
Cara memindahkan Mikroskop
a. Untuk memindahkan mikroskop, lengan mikroskop harus dipegang dengan tangan kanan dan tangan kiri diletakkan di bawah mikroskop.
b. Untuk membersihkan lensa-lensa mikroskop, gunakan tisu lensa.
c. Jangan menggunakan jari tangan untuk mengelap kotoran atau debu dari permukaan lensa.
d. Untuk menggosok lensa objektif, jangan menggunakan sembarang cairan.
e. Mikroskop harus senantiasa dalam keadaan bersih.
f. Lubang lensa objektif sebaiknya dalam keadaan tertutup agar debu dan kotoran tidak dapat masuk ke dalam mikroskop.
g. Setelah digunakan, sebaiknya mikroskop disimpan ke dalam lemari khusus untuk menyimpan mikroskop atau ditutup dengan penutup plastik. 
 


Penyusun :  Aris Hidayatulloh,  IX I,  SMP N 1 ADIWERNA, 2011
Sumber : 
YRAMA WIDYA, Nunung Nurhayati, dkk. IPA BIOLOGY. 
Sumber gambar dari Google Images.

Artikel Peralatan Laboratorium IPA

No
PERALATAN LABOLATORIUM IPA
Penulis
01
RisatyaDandion
02
Tunggal Sae I.R
03
Tunggal Sae
04
Aris Hidayatulloh
05
Rahmatina Sabila