Tampilkan postingan dengan label Klasifikasi Organisme. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Klasifikasi Organisme. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 Maret 2014

Klasifikasi Manusia

Klasifikasi manusia dari domain kita, eukariota. Dari sini kita telusuri terus cabang, ranting, hingga ke pucuk dan tiba pada homo sapiens.
Berdasarkan Taksonomi, setiap mahluk hidup memiliki posisinya tersendiri dalam pohon klasifikasi. Kamu mungkin telah belajar di kelas 1 SMP kalau klasifikasi itu hapalannya: KIPI COVER GIRL SPESIAL, artinya Kingdom – filum – kelas – ordo – famili – genus – spesies.
Tapi sebenarnya tidak sesedikit itu. Tiap bagian bisa diselipkan dengan sub kalau di bawahnya, dan supra kalau di atasnya. Selain itu sebelum kingdom, masih ada satu tingkatan lagi, namanya Domain.
Kalau kita tidak mau pake sub atau supra atau infra, maka urutan lengkapnya adalah: Domain – Kingdom – Branch – Grade – Filum – Kelas – Ordo – Famili – Tribe – Genus – Species. Bagaimana cara menghapalnya? Tidak perlu dihapal, di SMP kamu cukup belajar Kipicover girl spesial saja.
Sekarang, bagaimana dengan taksonomi manusia? Manusia itu mahluk hidup juga, jadi ia punya klasifikasi yang mengikuti deretan di atas. Baiklah, kita akan mulai dari yang paling atas.
1) Domain. Domain manusia adalah Eukariota. Artinya mahluk banyak sel yang tiap selnya memiliki nukleus. Ada juga mahluk Prokariota, yang selnya gak punya nukleus.
2) Kingdom. Jelas sekali kalau manusia termasuk kingdom animalia (metazoa). Kenapa? Karena manusia bisa bergerak dan memiliki organ indera. Beda dengan hewan, tumbuhan tidak bergerak, maksudnya tidak pindah tempat.
3) Subkingdom. Sub kingdom artinya dibawah kingdom. Orang tidak mau memberi nama lain. Ya sudah subkingdom saja. Sub kingdom manusia adalah Eumetazoa. Artinya ia punya jaringan sejati. Bunga karang itu bukan eumetazoa, karena jaringan tubuhnya tidak jelas. Manusia jelas jaringan kulit, jaringan darah, jaringan otot, yaitu bagian yang seragam di tubuh kita. Selnya sama semua.
4) Branch. Manusia termasuk pada branch bilateria. Bilateria artinya manusia itu bisa dibelah dua di tengah, lalu kirinya sebenarnya cerminan dari kanannya. Maksudnya kiri kanannya kita itu sama kalau dilihat dari luar.
5) Grade. Grade kita adalah coelomata. Coelomata itu artinya tubuhnya ada rongga. Rongga dalam tubuh kita itu ada, isinya jantung, paru-paru, usus. Itu kenapa kita disebut coelomata. Memiliki rongga badan sejati.
6) Superfilum. Diatas filum sebelum grade, itu namanya superfilum. Superfilum manusia adalah Chordata. Chordata itu segala jenis hewan yang mempunyai lengkungan saat masih janin. Lengkungan ini lama-kelamaab menjadi bagian tubuh lainnya yang mendukung tubuh. Biar tidak lemah gemulai.
7) Filum. Filum kita adalah Craniata. Kraniata adalah hewan chordata yang mempunyai tengkorak. Kepalanya didukung oleh tulang. Ada hewan chordata yang tidak punya tengkorak, seperti tunicata, dan urochordata. Kepalanya tidak bisa tegak.
8) Sub filum. Subfilum manusia adalah Vertebrata, alias hewan bertulang belakang. Ini  artinya kita mempunyai tulang di belakang kita. Tulang ini pendukung tubuh utama dan merupakan hasil perkembangan dari chord yang mencirikan chordata tadi.
9) Infra filum. Ada lagi dibawah subfilum, namanya infrafilum. Infrafilum kita adalah euteleostomi. Artinya selain kita punya tulang belakang, kita juga punya tulang lainnya.
10) Pervfilum. Ada lagi di bawah infra. Pervfilum kita adalah Gnathostomata. Yaitu hewan vertebrata yang punya rahang. Fungsinya untuk menggigit.
11) Superklas. Superklas manusia adalah Tetrapoda. Tau arti tetra? Empat. Poda itu kaki. Jadi hewan berkaki empat. Sebentar, kita berkaki dua. Tapi tangan itu dianggap kaki juga. Pada dasarnya poda itu alat gerak. Kalau kita memanjat pohon memakai tangan juga. Naik tangga yang tegak juga menggunakan tangan. Ada juga yang punya kaki enam atau heksapoda, yaitu serangga. Ada juga kaki delapan alias oktapoda, yaitu laba-laba. Ada juga yang kaki sepuluh alias dekapoda, yaitu kepiting.
12) Kelas. Kelas kita adalah mamalia. Mamalia itu punya rambut, dan punya susu. Bulu kaki itu tetap disebut rambut, cuma tumbuhnya di kaki. Susu, cowok juga punya. Cuma gak fungsi. Itu karena evolusi.
13) Subkelas. Subkelas manusia adalah theria. Theria dicirikan oleh kelahiran hidup. Ciri mamalia itu bukan melahirkan. Itu cirinya theria. Ada mamalia yang bertelur. Namanya platipus. Mamalia itu kriterianya mempunyai rambut dan susu.
14) Infraklas. Infraklas kita adalah eutheria. Hewan eutheria itu waktu dalam kandungan disimpan dalam rahim atau uterus. Jadi gak mungkin kalau manusia itu bisa lahir dari belakang.
15) Super ordo. Superordo kita adalah Euarchontoglires. Susah ?. Eu-ar-kon-to-gli-res itu adalah eutheria yang punya tampilan modern tapi kerangkanya masih umum. Tampilan modern maksudnya ada tangan, kaki, kepala, yang susunannya teratur.
16) Ordo. Ordonya kita adalah primata. Ordo monyet. Kamu tidak suka digolongkan sebagai monyet? Monyet dengan manusia itu sepupu saja. Bukannya kita itu monyet. Primata itu cirinya pandangan matanya ke depan. Tidak menyamping seperti tikus. Selain itu, ciri utama primata adalah punya ibu jari. Tikus gak punya. Ibu jari itu, adalah jari khusus yang misah arahnya dari jari lainnya. Ibu jari kita bisa menghadap samping. Jari lainnya tidak. Semua primata seperti itu.
17) Subordo. Subordo kita adalah Haplorrhini. Sejenis primata yang hidungnya kering. Bahunya bisa memutar. Coba putar bahumu. Bisa kan? Terus siku juga bisa berayun, seperti engsel.
18) Infraordo. Infra ordo kita adalah Catarrhini. Hidungnya sempit dan lobang hidungnya ngadep ke bawah. Memang ada hidung yang lubangnya ke atas? Ya nggak perlu ke atas, ke samping juga bisa. Kalau lubang hidungnya kesamping bukan termasuk catarrhini. Ada yang hidungnya gepeng disebut Platyrrhini dan lubang hidungnya kesamping atau strepsirrhini.
19) Superfamili. Superfamili kita adalah Hominoidea. Artinya tidak punya ekor, gigi gerahamnya bulat dan kita dapat melihat warna. Wah, sebagian besar hewan tidak bisa lihat warna. Kita juga tidak punya ekor. Tapi jangan salah, kita punya tulang ekor. Coba raba. Pada saat kita masih dalam perut ibu, pertumbuhan tulang ekor itu terhambat oleh sistem kekebalan tubuh. Itu merupakan bukti evolusi. Kalau bukan evolusi, kenapa juga bayi dalam perut ibu punya tulang ekor tapi kemudian tidak berkembang. Buat hiasan? Memang ada orang yang meraba tulang ekor orang lain untuk mengagumi keindahannya?.
20) Famili. Inilah keluarga besar kita. Kalau ordo itu suku kita. Kita suku primata, tapi keluarga kita adalah Hominidae. Hominidae artinya kera besar. Hominidae itu perilaku sosialnya kompleks, kerangkanya punya postur agak tegak dan punya 32 gigi saat dewasa.
21) Subfamili. Subfamili kita adalah Hominin. Cuma ada tiga anggota hominin, yaitu Gorilla, simpanse dan Manusia. Hominin memisahkan ketiganya dari Orang utan.
22) Tribe. Tribe kita adalah Hominini. Cuma tambah satu huruf, Huruf i aja. Tapi ini sudah membuat gorilla tergeser. Hominini menyatukan manusia sama simpanse, karena kedua spesies ini punya gigi taring yang seperti pengiris, beda sama gorilla yang taringnya lebih tebal. Selain itu, hominini punya tulang jari kaki yang berkembang untuk berjalan tegak. Gorila tidak bisa berjalan tegak. Tapi manusia sama simpanse bisa, walaupun simpanse tidak bila tahan lama.
23) Genus. Genus kita adalah Homo. Homo yang ini bukan homo yang itu. Homo ini bahasa latin yang artinya manusia. Homo yang itu bahasa yunani, yang artinya sama. Bedanya homo dengan simpanse adalah otak. Otak homo itu jauh lebih besar dari simpanse, walaupun jauh di masa lalu, ukurannya kurang lebih sama.
24) Spesies. Spesies kita adalah Homo sapiens. Nama ilmiah kita adalah homo sapiens. Artinya manusia yang bijaksana. Homo sapiens beda sama homo erectus dan homo heidelbergensis, homo sapiens memiliki bahasa dan alat-alat yang lebih canggih.
25) Subspesies. Subspesies kita tidak ada. Bisa saja dulu ada, tapi sekarang sudah tidak ada, karena pencampuran perkawinan. Orang Jawa kawin sama orang jerman. Orang Sunda kawin sama orang Argentina. Nah, tidak ada subspesies. Kalau tidak ada kawin silang, homo sapiens bisa punya subspesies, seperti orang Eropa, orang Afrika, orang Asia, orang Amerika. Tapi pencampuran selama ribuan tahun membuat istilah subspesies itu sudah tidak relevan lagi.

Kamis, 05 Juli 2012

Aturan Pemberian Nama Organisme


Aturan Pemberian Nama Organisme dikemukakan oleh Carolus Linnaeus,  disebut    Sistem Binomial Numenklatur (sistem nama ganda), yaitu pemberian nama organisme menggunakan dua kata. Di dalam sistem Binomial Nomenklatur mempunyai aturan-aturan  sebagai berikut:
  1. Nama Spesies terdiri dari dua kata dalam bahasa latin atau kata yang dilatinkan, contoh : Carica papaya.
  2. Nama pertama menunjukkan genus, huruf pertama menggunakan huruf besar atau kapital, contoh: Carica.
  3. Nama kedua merupakan nama spesifik atau penunjuk jenis yang huruf awalnya ditulis dengan huruf kecil, contoh: papaya.
  4. Nama spesies dicetak miring atau digaris bawah atau dicetak dengan huruf yang berbeda.
Pohon Pepaya diberi nama ilmiah Carica papaya

Alasan dalam Pemberian Nama Organisme menggunakan bahasa latin, karena: (a)  Agar tidak ada kekeliruan dalam mengidentifikasi makhluk hidup karena tidak ada nama makhluk hidup yang sama persis. (b) Nama ilmiah jarang berubah. (c) Nama ilmiah ditulis dalam bahasa yang sama di seluruh dunia.


Sumber:
Gambar dari Google Images
Teguh Sugiyarto, dkk. 2008. BSE IPA klas 7. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional


Artikel Klasifikasi Organisme
No
KLASIFIKASI ORGANISME
Penulis
01
Semiyanto
02
Semiyanto
03
Semiyanto
04
Semiyanto
05
Semiyanto
06
Semiyanto
07
Semiyanto
08
Meri Indah Setia

Selasa, 26 Juni 2012

Dasar dan Tingkatan Klasifikasi Organisme

Penjelasan Ragam, Tujuan, Manfaat, Dasar, dan Tingkatan Klasifikasi, adalah sebagai berikut:
Klasifikasi Lima Kingdom

1. Macam-macam Klasifikasi
  1. Sistem dua kingdom: Plantae, Animalia
  2. Sistem tiga kingdom: Monera, Plantae, Animalia
  3. Sistem empat kingdom: Monera, Fungi, Plantae, Animalia
  4. Sistem lima kingdom : Monera, Protista, Fungi, Plantae, Animalia
Penyusun: Robert H Whittaker ( 1969 )
Dasar      : tingkatan organisme, susunan sel, cara pemenuhan makanan
2. Tujuan Klasifikasi
 a.  Mendiskripsikan ciri-ciri mahluk hidup untuk membedakan tiap-tiap jenis, agar mudah dikenal.
  1. Mengelompokkan mahluk hidup berdasarkan persamaan ciri-cirinya.
  2. Mengetahui hubungan kekerabatan antar mahluk hidup.
  3. Mempelajari evolusi mahluk hidup atas dasar kekerabatannya.

3. Manfaat Klasifikasi

  1. Pengelompokan memudahkan kita mempelajari organisme yang  beranekaragam.
  2. Klasifikasi dapat digunakan untuk melihat hubungan kekerabatan antara mahluk hidup yang satu dengan yang lain.

4. Klasifikasi dilakukan berdasarkan

  1. Persamaan : misalnya kuda dan sapi tergolong vertebrata.
  2. Perbedaan  : misalnya  kuda berjari ganjil, sapi berjari genap.
  3. Manfaat : misalnya mawar, melati, kantil termasuk tanaman hias
  4. Ciri morfologi dan anatomi: misalnya  belalang dan jangkrik termasuk serangga.
  5. Ciri biokimia : misalnya pengelompokkan virus berdasarkan asam nukleat.

5. Macam-macam Klasifikasi

  1. Klasifikasi Sistem Alam: tumbuhan dikelompokkan 3 divisi, yaitu herba, semak dan pohon yang dikemukakan oleh Aristoteles.
  2. Klasifikasi Sistem Buatan: mengelompokkan tumbuhan atas dasar warna bunga, bentuk daun, yang dikemukakan oleh C. Linnaeus.
  3. Klasifikadi Sistem Filogenik: pengelompokkan berdasarkan jauh dekatnya antar organisme, yang dikemukakan oleh Charles Darwin.
Tingkatan Klasifikasi

6. Urutan Tingkatan Takson dalam Klasifikasi: dimulai dari tingkatan terendah ialah
  1. Spesies ( jenis ) : dapat melakukan perkawinan alami dan menghasilkan keturunan fertile (subur).
  2. Genus ( marga ) : beberapa spesies yang memiliki kesamaan ciri.
  3. Familia ( suku ) : anggotanya dari beberapa genus.
  4. Ordo ( bangsa ) : menghimpun beberapa familia.
  5. Classis ( kelas ) : kelompok beberapa ordo.
  6. Filum atau Divisio: himpunan beberapa kelas, filum untuk hewan dan divisio untuk tumbuhan.
  7. Kingdom ( kerajaan ) : tingkatan tertinggi.


    Sumber:
    Istamar, dkk. 2004. Biologi untuk SMA kelas X. Erlangga. Jakarta.
    Gambar dari Google Images


    Artikel Klasifikasi Organisme
    No
    KLASIFIKASI ORGANISME
    Penulis
    01
    Semiyanto
    02
    Semiyanto
    03
    Semiyanto
    04
    Semiyanto
    05
    Semiyanto
    06
    Semiyanto
    07
    Semiyanto
    08
    Meri Indah Setia

Sabtu, 26 November 2011

Kunci Determinasi


A. Manfaat Kunci Determinasi
Digunakan untuk menentukan makhluk hidup ke dalam kelompok-kelompok berdasarkan kesamaan ciri. Salah satu langkah yang dapat ditempuh untuk menentukan kelompoknya adalah dengan menyusun ciri yang berlawanan. Pada setiap langkah terdapat dua pilihan, dua ciri yang saling berlawanan, yang harus dipilih untuk menentukan urutan identifikasi berikutnya. Perangkat kunci determinasi seperti ini disebut kunci dikotomi.

B. Contoh Kunci determinasi
1
A
Memiliki sirip, bernapas dengan insang selamanya  ….
kelas   Pisces
B
Tidak memiliki sirip atau bernapas dengan insang saat kecil   .................
ke nomor 2
2
A
Kulit halus dan lembap ........................
kelas    Amfibia
B
Kulit ditutupi sisik, rambut, atau bulu .............
ke nomor 3
3
A
Kulit ditutupi oleh sisik .........................
kelas    Reptilia
B
Kulit ditutupi bulu atau rambut .................
ke nomor 4
4
A
Kulit ditutupi bulu dan memiliki sisik ….............
kelas    Aves
B
Kulit berambut dan terdapat kelenjar susu ........
kelas    Mamalia

C. Penggunaan Kunci determinasi
1
Ikan
Urutan Kunci Determinasi


1.A => kelas Pisces
2
kadal



1.B => 2.B => 3.A  => kelas Reptil





Penyusun: Meri Indah Setia Ningrum. SMP Negeri 1 Adiwerna. 2011
Sumber   : Buku BSE SMP 7 IPA Wasis, Sugeng Yuli Irianto